Selasa, 09 Maret 2010

Sensori integrasi

Seiring waktu yang berjalan, anak akan tetap belajar sampai tiba saat pelajaran yang di dapat di lingkungan dapat ia lakukan dengan mandiri. Sudah pasti ada hambatan yang akan merintanginya untuk tetap belajar, dan semua itu teragantung dari anak apakah ia akan terus maju menghadapi rintangan atau menyerah.

Bermain adalah pekerjaan utama anak, melaui bermain anak belajar tentang dirinya dan dunia sekitarnya. (Sensory Integration International, 1991). Melalui hal tersebut, Okupasi Terapis dapat memberikan aktifitas pada setiap sesi terapi secara relevan. Sehinggga anak akan memiliki dorongan dalam diri untuk bergerak, bereksplorasi dan belajar melalui pengalaman yang menyenangkan. Pembelajaran yang paling baik adalah saat anak mendapat pengalaman yang menyenangkan, memuaskan dan aman. Terapi dilakukan dengan bermain adalah sangat penting pada proses pencapaian dan tujuan terapeutik.

Tujuan A. Jean Ayers, Phd, OTR. FAOTa saat meneliti Sensori Integrassi adalah pengembangan teori yang menjelaskan hubungan antara perilaku sensor-motor, fungsi saraf dan kemampuan pre akademik ( fisher, Murray, Bundy,1991). Otak harus mampu mengatur sensasi agar seseorang dapat bergerak, belajar dan berperilaku secara normal.
Sensory Integration merupakan suatu proses neurologi dalam mengatur dan menterjemahkan input sensori, untuk dapat memberikan respon sesuai dengan input tersebut.
Konsep Sensory Integration merupakan karya yang dikembangkan oleh A. Jean Ayres, PhD. OTR seorang Occupational Therapist.
Anak dengan SI Dysfunction dikarenakan adanya gangguan dalam fungsi otak yang menghambat kemampuan mengatur dan menterjemahkan informasi sensori motor.
SI Dysfunction mungkin menjadi sebagai penyebab dari adanya masalah seperti kesulitan bicara, kesulitan konsentrasi, kekacauan social-emosional, gangguan perilaku dan masalah-masalah lain.
Dalam terapi SI, anak Anda akan dituntun untuk melakukan aktivitas yang menantang kemampuannya dalam memberikan respon yang sesuai terhadap input sensori yang diterimanya.
Keterlibatan aktif anak akan memberikan pengalaman dan pembelajaran yang terbaik untuk menuntun ke arah pertumbuhan proses belajar dan pengaturan tingkah laku yang lebih baik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar