The Sensible Pencil Instructor’s Guide
The sensible pencil is a handwriting program designed to teach young children and children with special learning needs the skills necessary to be able to write.
The sensible pencil was designed to teach children to write with the highest level of success and a minimum of failure. In order to accomplish this a number of important factor were considered an incorporated into the sensible pencil
1. Prewriting : all numbers and manuscript letters are formed from 11 basic lines
2. Consistency : Instruction in the sensible pencil is consistent throughout the program. The writing language direction and models used to tech the lines, shape, letters and numbers are clean
3. Tsk analized : instruction in the sensible pencil is task analized. Sklills previously taught in one step instruction. i. e. learning to drow a vertical line. Are now taught in multiple steps progression from the most simple to the most difficult. This Progression is both systematic and developmental.
4. Process/product : focuses on how the child learn as well as on what he learn. Emphasis on the role of the child in the writng process, emphases related skills such as posture, grip, paper slant, pencil pressure and erasing.
HOW TO BEGIN………………. ?
Children come to the skill of handwriting with varying abilities. Some students will have aalready mastered beginning writing skills and even some letters. Others will be able to hold a pencil and make some mark on paper . Its important to determinane where each student is presently functioning.
1. Pretesting. The skills Assessment is the sensible pencils tool for the students present level of writing ability
2. Intructional objectives : some special education program require written instructional objectives for each student in each subject area.
3. Program Placement. The sensible pencil recommends beginning all student on the first page of the worksheets. This review will help to improve fine motor control, ability to attend to visual detail, posture and pencil grasp a highly successful experience.
4. Material.
Minggu, 14 Maret 2010
Selasa, 09 Maret 2010
Sensori integrasi
Seiring waktu yang berjalan, anak akan tetap belajar sampai tiba saat pelajaran yang di dapat di lingkungan dapat ia lakukan dengan mandiri. Sudah pasti ada hambatan yang akan merintanginya untuk tetap belajar, dan semua itu teragantung dari anak apakah ia akan terus maju menghadapi rintangan atau menyerah.
Bermain adalah pekerjaan utama anak, melaui bermain anak belajar tentang dirinya dan dunia sekitarnya. (Sensory Integration International, 1991). Melalui hal tersebut, Okupasi Terapis dapat memberikan aktifitas pada setiap sesi terapi secara relevan. Sehinggga anak akan memiliki dorongan dalam diri untuk bergerak, bereksplorasi dan belajar melalui pengalaman yang menyenangkan. Pembelajaran yang paling baik adalah saat anak mendapat pengalaman yang menyenangkan, memuaskan dan aman. Terapi dilakukan dengan bermain adalah sangat penting pada proses pencapaian dan tujuan terapeutik.
Tujuan A. Jean Ayers, Phd, OTR. FAOTa saat meneliti Sensori Integrassi adalah pengembangan teori yang menjelaskan hubungan antara perilaku sensor-motor, fungsi saraf dan kemampuan pre akademik ( fisher, Murray, Bundy,1991). Otak harus mampu mengatur sensasi agar seseorang dapat bergerak, belajar dan berperilaku secara normal.
Sensory Integration merupakan suatu proses neurologi dalam mengatur dan menterjemahkan input sensori, untuk dapat memberikan respon sesuai dengan input tersebut.
Konsep Sensory Integration merupakan karya yang dikembangkan oleh A. Jean Ayres, PhD. OTR seorang Occupational Therapist.
Anak dengan SI Dysfunction dikarenakan adanya gangguan dalam fungsi otak yang menghambat kemampuan mengatur dan menterjemahkan informasi sensori motor.
SI Dysfunction mungkin menjadi sebagai penyebab dari adanya masalah seperti kesulitan bicara, kesulitan konsentrasi, kekacauan social-emosional, gangguan perilaku dan masalah-masalah lain.
Dalam terapi SI, anak Anda akan dituntun untuk melakukan aktivitas yang menantang kemampuannya dalam memberikan respon yang sesuai terhadap input sensori yang diterimanya.
Keterlibatan aktif anak akan memberikan pengalaman dan pembelajaran yang terbaik untuk menuntun ke arah pertumbuhan proses belajar dan pengaturan tingkah laku yang lebih baik
Bermain adalah pekerjaan utama anak, melaui bermain anak belajar tentang dirinya dan dunia sekitarnya. (Sensory Integration International, 1991). Melalui hal tersebut, Okupasi Terapis dapat memberikan aktifitas pada setiap sesi terapi secara relevan. Sehinggga anak akan memiliki dorongan dalam diri untuk bergerak, bereksplorasi dan belajar melalui pengalaman yang menyenangkan. Pembelajaran yang paling baik adalah saat anak mendapat pengalaman yang menyenangkan, memuaskan dan aman. Terapi dilakukan dengan bermain adalah sangat penting pada proses pencapaian dan tujuan terapeutik.
Tujuan A. Jean Ayers, Phd, OTR. FAOTa saat meneliti Sensori Integrassi adalah pengembangan teori yang menjelaskan hubungan antara perilaku sensor-motor, fungsi saraf dan kemampuan pre akademik ( fisher, Murray, Bundy,1991). Otak harus mampu mengatur sensasi agar seseorang dapat bergerak, belajar dan berperilaku secara normal.
Sensory Integration merupakan suatu proses neurologi dalam mengatur dan menterjemahkan input sensori, untuk dapat memberikan respon sesuai dengan input tersebut.
Konsep Sensory Integration merupakan karya yang dikembangkan oleh A. Jean Ayres, PhD. OTR seorang Occupational Therapist.
Anak dengan SI Dysfunction dikarenakan adanya gangguan dalam fungsi otak yang menghambat kemampuan mengatur dan menterjemahkan informasi sensori motor.
SI Dysfunction mungkin menjadi sebagai penyebab dari adanya masalah seperti kesulitan bicara, kesulitan konsentrasi, kekacauan social-emosional, gangguan perilaku dan masalah-masalah lain.
Dalam terapi SI, anak Anda akan dituntun untuk melakukan aktivitas yang menantang kemampuannya dalam memberikan respon yang sesuai terhadap input sensori yang diterimanya.
Keterlibatan aktif anak akan memberikan pengalaman dan pembelajaran yang terbaik untuk menuntun ke arah pertumbuhan proses belajar dan pengaturan tingkah laku yang lebih baik
Langganan:
Postingan (Atom)